Cerpen Santri
INSPIRASI SANTRI
Di
pagi hari yang sangat cerah, disambut hangatnya sinar mentari pagi dan angin
sepoi-sepoi yang membuat rumput-rumput bergoyang-goyang yang membuat para
santri lebih khusyuk lagi ngajinya. Di pondok salaf yang berdekatan dengan
pemandangan kehijauan sawah. Di sana hiduplah beberapa santri yang amat banyak,
tetapi salah satu dari santri tersebut ada seorang santri yang kebiasaanya itu
tidur jika di kelas, sampai-sampai santri tersebut sering di ta’zir oleh
pengurus pondok salaf tersebut. Dia adalah temanku yang bernama Rizky.
Namaku
ialah Alvin, aku dan Rizky memang agak lama selisih mondoknya, selisih dua
tahun aku dengannya. Risky ialah anak kedua dari empat bersaudara. Ia di
pondokkan oleh orang tuannya karena paksaan, bukan keinginan ia sendiri. Orang
tua memondokkannya karena ia memang nakal dari SMP.
Awal
mula dia dipondokkan oleh orang tuanya, dia tidak betah, sampai-sampai dia
sering menangis kalau di kamar. Akhirnya lama-kelamaan dia berkenalan sesama
teman sekamarnya, meskipun awalnya malu-malu tetapi dia tetap melakukannya,
lama-kelamaan pun dia mulai banyak temannya. Walaupun si Rizky anaknya nakal,
tetapi dia rajin bila di suruh oleh ustadnya. Meskipun risky mulai banyak
temannya dia masih saja tidak betah di pondok. Dia berpikiran, jika hidup di
pondok membuat dia bosan. Memang kehidupan di pondok itu, kalau nggak ngaji,
sholat, dan lalaran, itulah yang membuat Rizky menjadi bosan dan tidak betah
bila di pondok.
2
bulan kemudian, Rizky pun mulai berkenalan dengan teman yang
nakal. Memang sudah bawahan dari rumah, jika di rumah bergaul dengan anak
nakal, maka di pondok pun juga seperti itu. Pasti kebiasaan di rumah akan di
bawa ke pondok. Sedikit-demi sedikit dia mulai betah di pondok, namun
sifat Rizky pun menjadi pemalas, ngantukkan, jarang sekolah, juga jarang ke
masjid.
Hari
demi hari telah ia lalui, sifat Rizky pun berubah, tidak seperti awal dia
mondok. Dia sering tertidur kalau dikelas, sering bergurau ketika ustadz nya
menerangkan, sering dita’zir,digundul, keliling lapangan, dijemur, membersihkan
kamar mandi, namun menurut Rizky hukuman tersebut tidak ada artinya,
sampai-sampai orang tuanya sering dipanggil oleh pengurus pondok gara-gara
sifat nakal anaknya.
Aku dan Rizky memang
teman dekat, tetapi sifatku dengan Rizky jauh berbeda. Telah beberapa kali aku
menasehatinya, namun nasehat itu tidak berarti bagi Rizky. Lelah aku
menasehatinnya, sampai kapankah ia akan berubah?.
Minggu, 17 Maret 2016.
06:00 WIB
Di
pondok salaf tersebut, jika setelah sholat shubuh biasanya istirahat dulu,
menggantung pakaian sholatnya dan bersantai sejenak di kamar. Kemudian di obrak
oleh pengurus pondok untuk melakukan senam pagi di lapangan selama 15 menit.
Setelah senam para santri bermain bola, voli, dan basket di lapangan.
Rizky
tersebut jika hari minggu dia bahagia sekali, karena ia fikir hari minggu
adalah hari yang bebas baginya. Pondok tersebut bernama ‘’Al Qoyyum’’. Kegiatan
biasannya yaitu: Ngaji, Lalaran atau hafalan, sholat wajib, sholat maktubah,
serta maulidan, sampai-sampai ada yang puasa senin kamis di pondok tersebut
Senin, 18 Maret 2016.
03:50 WIB
Ketika
waktu shubuh Rizky jikalau di obrak oleh pengurus memang sangat sulit sekali,
sampai-sampai ada yang menjulukinnya "mat teddung". Meskipun
di pukul dengan rotan, dia tetap saja tidak bangun. Sampai-sampai pengurus
kewalahan, kemudian disiramlah Rizky tersebut.
06:30
WIB
Di
pondok tersebut, jika habis sholat shubuh dilanjutkan ngaji pagi selama 25 menit,
setelah ngaji pagi, dilanjutkan sholat sunnah misalnya: Isyroq, Dhuha,
Isti’adzah. Setelah sholat sunnah, para santri kembali ke kamarnya
masing-masing. Kemudian berangkat makan pagi di kantin setelah makan para
santri kembali kekamar untuk mempersiapkan peralatan sekolah.
07.30
WIB
(Kring…kring…kring…)bel
berbunyi, waktu menunjukkan berangkat sekolah. Para santri mempersiapkan
pakaian sekolahnya, dan kitab-kitab kuningnya buat sekolah. Dipondok salaf
tersebut, seragamnya harus memakai jubah dan bersarung juga ber-alas kaki
seadanya, ada yang memakai sandal yang gak pas sama satunya. Tetapi para santri
ada yang "nyeker" tanpa alas kaki, atau kebiasaan
para santri yaitu meng-ghosob sandal temannya.
Rizky
pun, jika diobrak pakai sekolah juga susah. Sampai-sampai teman sekamarnya
kewalahan mengobraknya. Alhasil teman-temannya meninggalkan Rizky dikamar
sendirian.
(Kring…..Kring….Kring)
12:00 WIB
waktu menunjukkan
santri pulang sekolah. Risky masih belum bangun dari tidurnya. Memang sudah
menjadi kebiasaanya, jika setiap malam hari dia bergadang tidak jelas. Alhasil
paginya Rizkypun ngantuk berat. Selang beberapa lama, Rizky pun terbangun dari
tidurnya.
"Ayo Vin, kita
berangkat sekolah" Setengah sadar ia
memakai jubah dan kitab kuningnya.
“Hey…Riz,
lihatlah jam berapa sekarang?” Akupun bilang ke
Rizky sambil menunjuk Ke arah jam dinding yang menunjukkan akan sholat dzuhur.
“Saya
tadi gak kamu bangunin Vin?”
“Riz…,
saya sudah capek bengunin kamu, sudah beberapa kali kamu di bangunin tetapi
tetap saja kamu nggak bangun-bangun”
‘’Masak
sih…..? Maafin aku Vin, aku menyesal, aku besok akan berubah Vin’’. Akhirnya
Rizky pun mau berubah.
‘’Iya
Riz….kurang dua minggu kita koreksian kitab”
“MasyaAllah,Kitab
ku banyak yang bolong Vin.”
“Tak
perlu khawatir Riz, kita semua sanggup kok membacakan kitab yang bolong buat
kamu.”
“Makasih
Vin ya, kamu udah memberikan inspirasi untukku, supaya aku bisa berubah menjadi
lebih baik. Entah gimana nasibku jika tidak ada kamu Vin.”
Rizky
pun mulai berubah, hari per hari dia tembel kitabnya, dan memperbagus sikapnya.
Sifat tidurnya sedikit demi sedikit mulai hilang. Kini Rizky mulai rajin
sekolah, dan dia pun tambah semangat belajarnya. Hingga akhirnya, kitabnya pun
penuh dengan ma’na yang dia tembel.
Detik-detik
UN 2016 sudah di depan mata. Rizky pun tidak mau mengecewakan kedua orang
tuannya lagi. Telah lama ia mondok selama tujuh tahun, namun ia pernah tidak
naik kelas. Hari demi hari ia gunakan waktunnya untuk belajar buat bekal UN
2016.
03:30
WIB
Waktu
menjelang shubuh. Rizky kini mulai giat bangun tepat waktu. Ia bergegas mandi
dahulu sebelum ia melakukan sholat shubuh. Setelah mandi ia memakai minyak
wangi kemudian ia berangkat ke masjid. Di masjid, Rizky melakukan sholat sunnah
dua rakaat dan berdo’a agar wisuda tahun ini dia yang menjadi wisudawan
terbaik. Dan ia ingin membahagiakan orang tuanya. Sudah dua tahun dia nggak
naik kelas, kini ia menyesali atas perbuatannya dulu.
“Kring…kring…kring…”
07:30
WIB
Bel sekolah
telah berbunyi,waktu sekolah telah tiba. Hari yang ditunggu Rizky akhirnya
didepan mata. Dia tidak mau mengecewakan dirinya lagi, yang dia inginkan
sekarang adalah lulus bersama teman-teman baiknya.
Hari
demi hari dia telah melakukan ujian dengan lancar, dia senang akan belajarnya
bersama teman-temannya. Kini Rizky dan para santri pondok” “Al-Qoyyum”yang
sudah Ujian Nasional, sekarang tinggal menunggu datangnya wisuda. Dan siapakah
santri terbaik tahun ini. Tercantum di mading sekolah pondok, ada pengumuman diadakannya
wisuda. Di madding tersebut tercantum “ Tanggal 30 april 2016”
30 april 2016
Hari
demi hari Rizky telah lama menunggu, kini tibalah waktunya. Tidak lupa setiap
harinya RIzky semakin giat sholatnya, puasa sunnah dan berdo’anya. Dia harap
wisuda kali ini, dia yang menjadi wisudawan terbaik.
07:30
WIB
Seperti biasa, setelah dia makan pagi, dia
bergegas memakai seragamnya untuk sekolah. Tetapi kali ini, dia tidak lag
memakai seragam, melainkan dia sekarang memakai toga buat wisuda nanti. Tidak
sabar dia menunggu, tidak lama kemudian datanglah kedua orang tuanya Rizky
untuk menyaksikan anaknya wisuda. Ibunya pun tidak mau lagi kalau anaknya
sampai nggak lulus pada tahun ini. Rizky mencium tangan kedua orang tuanya dan
dia mengajak kedua orang tuanya makan dahulu sebelum acara dimulai. Memang
kedua orang tuanya Rizky ini belum makan ketika dalam perjalanan menuju pondok.
“
Bu’e, Pa’e dahar riyen nggeh “ ucap Rizky sopan kepada kedua orang
tuanya.
“
Enggeh Riz. Bu’e kale Pa’e dereng dahar “ucap ibu Rizky. Akhirnya Rizky
bersama kedua orang tuanya pergi ke warung dekat pondok untuk makan
dahulu sebelum acara wisuda dimulai.
Setelah
makan, Rizky kembali ke pondok.
08:00
WIB
“ Dimohon kepada para wisudawan dan wisudawati
untuk menempati kursi yang telah disediakan ” Begitulah
pembawa acara berkata. Sekarang para santriwan dan santriwati memasuki ruangan,
dan ta’ lupa setiap santri didampingi oleh kedua orang tuanya. Kini Rizky dan
kedua orang tuanya duduk bersebelahan sambil menunggu pengumuman predikat
santri. Satu per satu santri ke panggung yang dipanggil oleh pembawa acara.
“
Ananda Putra, dari blitar bin Bapak Rohman dengan predikat “ Jayyid
Jiddan” Begitulah kata sang pembawa acara. Habis ini
giliran Rizky maju ke panggung dan menerima predikat ku.
“ Ananda Rizky, dari Surabaya bin Bapak Rohim
dengan predikat “Mumtaz” Setelah sang
pembawa acara mengucapkan itu, Rizky langsung kaget kemudian dia sujud syukur.
Tidak disangka Rizky medapat predikat yang sangat bagus. Rizky maju ke depan
panggung sambil terharu, dan kembali lagi ke kursinya dan mencium tangan kedua
orang tuanya sambil nangis haru.
“
Bu, aku dapat predikat yang sangat baik bu...”
“
Iya nak Alhamdulillah, Ibu sungguh bangga punya anak seperti kamu Rizky”. Ibu Rizky pun juga menangis haru, nggak nyangka kalau
anaknya telah berubah.
Setelah
itu, para wisudawan dan wisudawati menunggu panggilan dari pembawa acara.
Siapakah yang akan menjadi santi terbaik pada tahun ini. Ada dua anak yang
menjadi santri terbaik pada tahun ini,nggak tahu siapakah itu? Apakah santri
putra atau santri putri. Para wisudawan wisudawati sangat
cemas menunggu panggilan wisudawan terbaik dari sang pembawa acara.
“ wisudawan
terbaik 2015-2016 diraih oleh……..?? Aninda Indah Riwati” Begitulah
panggilan dari pembawa acara tersebut. Alangkah senangnya wanita itu. Dia maju
ke panggung dan mengambil medali wisudawan terbaik. Kini lagi-lagi para
santriwan dan santriwati menunggu panggilan dari pembawa acara,
suasana semakin cemas, para santri semua berdo’a, agar menjadi wisudawan
terbaik.
“
Wisudawan terbaik tahun 2015-2016 diraih oleh.…?? Ananda Rizky Riyanda” Begitu pembawa acara itu berkata, Rizky pun dengan
semangatnya maju menemui para ustadz diatas panggung. Dan Rizky pun mengambil
medali santri terbaiknya.
12:00 WIB. Kini para wisudawan wisudawati
semuanya kembali ke kamarnya masing-masing, ada yang foto-foto bersama
teman-temannya buat kenangan.
Kini
Rizky bangga menjadi dirinya, meskipun dirinya tidak pernah naik selama dua
tahun. Soalnya Rizky ingat satu maqolah : “Man Jadda Wa
Jada” “Barang siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil”. Kini
para wisudawan wisudawati yang sudah lulus, akan melanjutkan ke berbagai
tempat, dan Rizky pun akan melanjutkan ke luar negeri.
Tinggal dibenerin alurnya,gaya bahasa,dan jalan cerita agar pembaca tidak bosan :)
BalasHapusoke makasih
BalasHapus